Showing posts with label doa. Show all posts
Showing posts with label doa. Show all posts

Tuesday, July 14, 2009

Jika JawabanNya: Tidak!

Matius 26:39

“Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini, ingin itu banyak sekali.” Sepenggal lirik lagu tadi diambil dari lagu pembukaan serial kartun Doraemon. Kita tahu bahwa Nobita adalah seorang anak manja yang selalu meminta segala sesuatu kepada Doraemon. Dan ketika permintaannya tidak dipenuhi, dia marah dan ngambek sama Doraemon.

Dalam hidup ini, pasti kita mempunyai banyak sekali keinginan ataupun cita-cita yang kita dambakan. Keinginan itu lalu kita bawa dalam doa. Terkadang, meskipun keinginan itu sudah didoakan dengan sungguh-sungguh, namun kita merasa jawabannya tak kunjung tiba atau bahkan kita harus menerima jawaban yang tidak sesuai harapan kita. Seringkali kita mempertanyakan hal ini kepada Tuhan.

Ada tiga hal yang membuat Tuhan tidak mengabulkan doa kita. Pertama, cara berdoa kita yang salah (Mat. 6:7). Kedua, ada hal-hal dalam kehidupan kita yang tidak berkenan di hati Tuhan (Mrk. 11:25). Ketiga, Tuhan mempunyai rencana lain atas hidup kita (Mat. 26:39).

Jadi bila kita mendapatkan jawaban yang tidak sesuai harapan kita, janganlah kita menyalahkan Tuhan lalu meninggalkan Tuhan. Kita harus mengevaluasi hidup kita dan memperbaikinya. Lalu berusaha peka untuk mendengar maksud Tuhan dalam hidup kita. Caranya, kenalilah pribadi Tuhan lebih dekat dengan cara membaca Firman-Nya dan terus berkomunikasi dengan Dia melalui doa. Dengan begitu, kita dapat mengetahui apa yang dikehendaki oleh-Nya dan menyerahkan diri kita sepenuhnya dalam rencana Tuhan dan terus memelihara pengharapan kepada Dia (Roma 12:12). Ingatlah bahwa kita bukanlah anak-anak manja yang merengek agar permintaan kita dikabulkan, tetapi kita adalah anak-anak yang sudah dimenangkan oleh Tuhan.

[-sld-]

“Mereka yang mengenal baik Tuhan adalah yang paling kaya dan berkuasa dalam doa. Sedikit pengenalan akan Tuhan, keasingan dan kekakuan dengan Dia, membuat doa lemah.” --E. M. Bounds--

Jika JawabanNya: Ya!

Efesus 5:20-21

Suatu hari saya pergi ke Monkey Forest di Bali. Sudah pasti di sana, ada yang berjualan permen, pisang ataupun kacang-kacangan untuk diberikan kepada monyet-monyet yang ada di sana. Saya membeli sesisir pisang dan beberapa permen untuk saya nikmati. Lalu saya mencari tempat duduk untuk bersantai di bawah sebuah pohon besar. Perlahan, mulai ada monyet yang mendekati saya. Dan pandangannya bergantian antara ke wajah saya dan ke pisang yang saya pegang, seakan mau memberitahu kalau dia menginginkan pisang itu. Akhirnya saya berikan sebuah pisang. Setelah dia mengambil pisang itu, dia lari meninggalkan saya. Tak lama kemudian, monyet itu kembali dan meminta pisang lagi ke saya. Akhirnya saya berikan lagi, lalu dia pergi meninggalkan saya. Saya amati dari kejauhan ada satu monyet lain yang mendekati monyet tadi, dan berusaha untuk meminta pisang tersebut, namun monyet itu kemudian marah dan pergi membawa pisang itu.

Sobat muda, tidak jarang kita bersikap seperti monyet itu. Ketika kita berdoa meminta sesuatu dari Tuhan, kita seringkali memelas dan memohon supaya Tuhan mengabulkan doa kita. Namun, setelah Tuhan memberikan apa yang kita mau, kita seakan lupa dengan kebaikan Tuhan dan pergi meninggalkan Dia. Baru ketika kita membutuhkan Dia, kita datang lagi memohon padaNya. Bahkan, ketika ada orang lain yang membutuhkan pertolongan kita, kita seringkali menolak, tidak menyadari bahwa berkat yang diberikan oleh Tuhan tidak sepenuhnya milik kita.

Sobat muda, sudah sepantasnya kita mengucap syukur akan doa-doa kita yang dikabulkan. Janganlah kita menjadi tinggi hati melainkan tetap rendah hati karena semua itu adalah anugerah dari Allah. Dan kita pun harus siap membagi berkat kita karena Allah telah lebih dahulu memberkati kita. Apabila kita tidak mengucap syukur dan malah menjadi sombong, apa bedanya kita dengan monyet tadi?

[-sld-]

“Lebih banyak tetes air mata yang dikeluarkan untuk sebuah doa yang terjawab daripada doa yang tidak terjawab” --Teresa of Avila--